Kepemimpinan dalam Perspektif Al-Qur’an

Karya santri

Dalam al-Qur’an kita menemukan banyak ayat yang berkaitan dengan pemimpin dan kepemimpinan baik langsung mau pun tidak langsung, mari kita tadabburi ayat-ayat kepemimpinan tersebut diantaranya dalam Qs. Al-Baqoroh: 30:

“Dan ingatlah ketika Tuhan mu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi

Ayat ini mengisyaratkan bahwa khalifah (pemimpin) adalah pemegang mandat  Allah untuk mengemban amanah dan kepemimpinan langit dimuka bumi. Kekhalifahan atau khalifah terambil dari kata “khalafa” yang berarti “dibelakang atau datang sesudah” dari sini berkembang maknanya menjadi pengganti yang melaksanakan fungsi atau mandataris. Sebagai khalifah, manusia dianugerahi oleh Allah potensi untuk mengelola bumi sesuai “konsep” yang dikehendakiNya. Dengan demikian, khalifah mencakup seluruh manusia tanpa kecuali. Karena semua manusia diberi potensi untuk mengelola bumi. Potensi tersebut merupakan secuil dari kuasa Allah yang tidak terbatas. Menimbang begitu beratnya amanat menjadi khalifah, maka orang –orang tua kita dulu kebanyakan menolak diangkat jadi pemimpin atau sekalipun  menerima, maka diterimanya dengan ucapan seperti saat menghadapi musibah, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Tanggungjawab dan pertanggungjawabannya berat di dunia, lebih-lebih di akhirat.

Beberapa komentar ulama dan tokoh islam seputar pemimpin dan kepemimpinan:

  1. Al-Hasan al-Basri berkata, ”Demi Allah, tidak akan tegak agama tanpa mereka (umaro/pemimpin)
  2. Musthafa al-Ghalayani berkata: Pemimpin itu bagaikan roh bagi tubuh kita. Bila roh sudah rusak dan tidak berfungsi lagi, maka binasalah tubuh dan mati. Bila roh itu baik, maka baik pula lah tubuh itu”.
  3. Ali bin Abi Thalib berkata: Yang memantapkan suatu kepemimpinan adalah lapang dada.

Setiap manusia adalah khalifah yang memperoleh penugasan dari Allah sesuai dengan kemampuan dan wilayah kekhalifahannya. Abdullah bin Umar mengatakan, Rasulullah SAW berkata,”Ketahuilah, bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggungjawab dengan kepemimpinannya atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia bertanggungjawab atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya dan ia bertanggungjawab atas mereka. Seorang budak adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggungjawab atasnya. Maka setiap kalian adalah pemimpin yang bertanggungjawab atas kepemimpinannya.” (HR. Abu Dawud)

Selain itu, tugas khalifah adalah memakmurkan bumi sebagaimana yang ditegaskan Allah SWT dalam Qs. Hud: 61, yakni membimbing dengan mengantar semua wujud di permukaan bumi ini menuju tujuan penciptannya. Guna  menjamin terpeliharanya dengan baik pemimpin atau penguasa itu, Allah mewajibkan manusia mengabdi kepadanya (Qs. Adz-Dzariyat: 56]. Dengan demikian, pemakmuran bumi tidak boleh lepas dari pengabdian kepada Allah SWT yang menciptakannya. Karena itu pula seluruh persada bumi adalah area permukaan sekaligus tempat sujud atau patuh dan beribadah kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dijadikan Bumi ini sebagai masjid (tempat ibadah) dan suci-mensucikan” (HR-Bukhori) .

Dalam Qs.Yunus:13, Allah SWT mengingatkan manusia dengan kisah  kebinasaan umat-umat terdahulu akibat kezaliman mereka terhadap rasul-rasul mereka. Padahal para rasul-rasul ini datang membimbing mereka dengan membawa kebenaran dari Allah SWT sebagaimana tugas khalifah. Namun mereka memilih tidak beriman, karena itu mereka dihukum Allah karena dosa-dosanya. Ayat ini memuat pesan peringatan kepada manusia khususnya para pemimpin-pemimpin zaman ini untuk  tidak mengulangi kezhaliman yang dibuat manusia atau pemimpin-pemimpin terdahulu supaya tidak mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

Ingat! kata rakyat diambil dari kata bahasa arab yakni seseorang atau sesuatu yang perlu dijaga dan diperhatikan kemaslahatan individunya,  masyarakatnya, serta negaranya. Benarlah kata pepatah Arab:

“Pemimpin suatu kaum adalah pelayannya”. Demikian sejatinya tugas seorang pemimpin adalah berkhidmah atau melayani rakyatnya dan bukan sebaliknya minta dilayani oleh rakyatnya. Sungguh, Allah Maha Kuasa yang telah merancang semua kehidupan dengan cara yang sangat baik. Akhirat benar-benar ada dan di sana kita akan abadi, kekal di dalamnya. Janji Allah dan RasulNya pasti akan benar terjadi. Hati-hati dengan do’a Rasulullah SAW, “ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas menbgurusi umatku dan memudahkan mereka maka mudahkanlah” (HR.Muslim.). Namun di hadits lain Rasulullah juga bersabda, “ Sungguh manusia yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin adil dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin zhalim”(HR.Tirmidzi) . Ingin dicintai Allah? Jadilah pemimpin adil.

foxit reader crack foxit reader crack

bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.